Mengenai sejarah web science hampir diseluruh dunia tahu tentang web science yang dimaksud kajian sains dari Web.
Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan mendasar adalah bagaimana keilmuan ini melakukan metodologi. Bagaimana peneliti atau engineer melakukan pendekatan terhadap Web untuk pemahaman dan relasinya dengan domain sosial secara luas dan inovasi apa yang dapat dilakukan. Berbagai penelitian yang berlangsung saat ini melakukan pengembangan pada metodologi pemetaan (mapping) dan graph pada struktur Web dengan sampling sebagai kunci utamanya [Leung, 2001]. Sebagai contoh laporan riset [Fetterly, 2004] menyatakan bahwa 27% dari web di Jerman (.de) melakukan perubahan setiap minggu. Model lain adalah metodologi model analisis yang mengkombinasikan data empiris yang digunakan untuk melakukan determinasi probabilitas. Metodologi pada Web Science akan dipengaruhi oleh perekayasaan yang berlatar belakang industri maupun peneliti akademisi. Sehingga akan mengkombinasikan sintesis dan analisis. Mempertimbangkan perkembangan Web yang membawa ke sisi positif (seperti Peer to Peer) ataupun ke arah negatif (seperti phishing). Kontribusi terhadap pengembangan adalah tujuan utama dari Web Science.
Berbagai riset pada Web Science [Berners-Lee,2006] banyak menekankan pada :
• trend perkembangan Web
• tantangan dalam pengembangan Web
• mendukung untuk ubiquity, mobility, new media dan meningkatnya jumlah data yang tersedia secara online
• pentingnya hal sosial seperti menghargai hak privasi
• mengidentifikasikan varian dari penelitian Web.
Web adalah sistem pengiriman dokumen tersebar yang berjalan di internet. Sering disingkat sebagai WWW atau web saja, yakni sebuah fasilitas internet yang menghubungkan dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh browser. Informasi di web pada umumnya ditulis dalam format HTML. Informasi lainnya disajikan dalam bentuk grafis (format GIF, JPG, PNG), suara (format AU, WAV), dan objek multimedia lainnya (MIDI, Shockwave, Quicktime Movie, 3D World). WWW dijalankan dalam server yang disebut HTTPD. Dokumen Web disebut Web Page dan Link dalam Web menyebabkan user bisa pindah dari satu page ke page lain (hyper text) baik antar page yang disimpan dalam server yang sama maupun server diseluruh dunia. Pages diakses dan dibaca melalui Web Browser.
Sejarah Web bermula di European Laboratory for Particle Physics (lebih dikenal dengan nama CERN). CERN merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh 18 negara di Eropa. Dibulan Maret 1989, Tim Berners dan peneliti lainnya dari CERN mengusulkan suatu protokol sistem distribusi informasi di Internet yang memungkinkan para anggotanya yang tersebar di seluruh dunia saling membagi informasi dan bahkan untuk menampilkan informasi tersebut dalam bentuk grafik. Web Browser pertama dibuat dengan berbasiskan pada teks. Untuk menyatakan suatu link, dibuat sebarisan nomor yang mirip dengan suatu menu. Pemakai mengetikkan suatu nomor untuk melakukan navigasi di dalam Web.
Pada bulan Mei 1993, Marc Andreesen dan beberapa murid dari NCSA membuat Web browser Mosaic untuk sistem X-Windows yang berbasiskan grafik dan yang mudah untuk digunakan. Dalam beberapa bulan saja, Mosaic telah menarik perhatian baik dari pemakai lama maupun pemakai baru di Internet. Pada tahun 1994, Marc Andreesen meninggalkan NCSA dan kemudian bersama Jim Clark (salah satu pendiri dari Silicon Graphics) membuat Netscape versi pertama. Kehadiran Netscape ini menggantikan kepopuleran Mosaic sebagai Web browser dan bahkan sampai saat ini Netscape merupakan browser yang banyak digunakan setelah Internet Explorer dari Microsoft.
• HyperText Markup Language (HTML)
Pada tahun yang sama CERN dan MIT mendirikan suatu konsorsium yang dinamakan World Wide Web Consortium (W3C) yang bertugas untuk membangun standar bagi teknologi Web dan sebagai organisasi standar yang utama untuk HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan HTML (Hypertext Markup Language). HTML adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web.
HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan.
Web Programming
Untuk menciptakan—membuat sebuah aplikasi website terlebih dahulu Anda harus paham, mana yang digunakan untuk bahasa pada sisi server, dan mana bahasa yang dipergunakan untuk sisi client (browser).
Server-side scripting
Disebut dengan server-side scripting karena keberadaan dari skrip tersebut tertanam pada server yang secara otomatis mengeksekusi permintaan dari browser (sisi client) kepada server dan biasanya menghasilkan kustom tanggapan untuk klien.
Server-side script dapat mengakses struktur direktori pada file server, ia juga memiliki akses ke server-side perangkat lunak yang membentang secara fungsionalitas pada server. Bisa juga disebut dengan komponen ActiveX untuk Microsoft Web server dan modul untuk Apache Web server. Script sisi server secara visual tidak terlihat oleh klien; hanya XHTML (ditambah setiap sisi klien) skrip yang akan terlihat oleh klien. Server-side scripting adalah teknologi web server di mana permintaan dari setiap pengguna dapat dipenuhi dengan menjalankan skrip langsung pada web server untuk membuat halaman HTML secara dinamis.
Umumnya Script jenis ini digunakan untuk menyediakan situs Web interaktif, yang secara fungsionalnya membentuk database interface yang dapat menyimpan data atau lainnya berdasarkan permintaan. Berbeda dengan klien-side scripting dimana script dijalankan oleh penampilan web browser, biasanya menggunakan bahasa JavaScript. Lalu keuntungan utama dari penggunaan server-side scripting adalah pada kemampuannya untuk menyesuaikan tingkat respons yang tinggi berdasarkan kebutuhan pengguna, hak akses, atau permintaan data ke toko online.
Server-side scripting hampir seluruhnya dilakukan dengan menggunakan kombinasi dari C program, Perl skrip dan skrip shell yang menggunakan Common Gateway Interface (CGI). Skrip tersebut dijalankan oleh sistem operasi, yang membantu koding dan hasilnya hanya melayani kembali oleh server web. Saat ini, yang lebih banyak dipergunakan oleh website dinamis adalah bahasa scripting seperti ASP dan PHP, karena dapat dieksekusi langsung oleh server web itu sendiri atau oleh modul ekstensi (misalnya mod perl atau mod php) ke server web.
Website dinamis yang kadang-kadang juga didukung oleh aplikasi web server, misalnya Python “Base HTTP Server” perpustakaan, meskipun beberapa mungkin tidak mempertimbangkan ini untuk server-side scripting.
Klien-side scripting
Klien-side scripting umumnya mengacu kepada kelas dari program komputer pada web yang dijalankan sisi klien, oleh pengguna web browser, bukan dari sisi-server (di web server). Ini jenis program komputer adalah bagian penting dari Dynamic HTML (DHTML) konsep, memungkinkan halaman web yang akan scripted; yang, untuk mengubah konten yang berbeda dan tergantung pada masukan pengguna, kondisi lingkungan (seperti waktu hari), atau variabel lain.
Penulis Web (Script) menulis sisi klien dalam bahasa script seperti JavaScript dan VBScript. Script sisi klien seringkali tertanam dalam sebuah dokumen HTML, tetapi mungkin juga terdapat dalam file terpisah, yang dirujuk oleh dokumen yang menggunakannya. Sesuai permintaan, yang diperlukan file yang akan dikirim ke pengguna komputer oleh server web (atau server) di mana mereka berada. Pengguna web browser mengeksekusinya script, kemudian menampilkan dokumen, termasuk terlihat output dari script. Script sisi klien juga dapat berisi instruksi untuk browser untuk mengikuti jika pengguna berinteraksi dengan dokumen dengan cara tertentu, misalnya, klik tombol tertentu. Petunjuk ini dapat diikuti tanpa komunikasi dengan server, walaupun mereka mungkin memerlukan komunikasi tersebut.
Dengan melihat file yang berisi script, pengguna dapat melihat sumbernya kode. Banyak web penulis untuk mempelajari bagaimana menulis script sisi klien sebagian dengan memeriksa kode sumber lain untuk penulis’ skrip. Sebaliknya, server-side script, yang ditulis dalam bahasa seperti Perl, PHP, dan server-side VBScript, dijalankan oleh server web ketika pengguna meminta dokumen. Mereka menghasilkan output dalam format yang dimengerti oleh web browser (biasanya HTML), yang kemudian dikirim ke pengguna komputer. Pengguna tidak dapat melihat kode sumber skrip (kecuali penulis menerbitkan kode secara terpisah), dan bahkan mungkin tidak menyadari bahwa script telah dilaksanakan. Sisi klien skrip mempunyai akses yang lebih luas informasi dan fungsi yang tersedia pada browser, sedangkan server-side script mempunyai lebih banyak akses ke informasi dan fungsi yang tersedia pada server.
Senin, 28 Maret 2011
Kamis, 17 Februari 2011
web science
Sejarah web science
Mengenai sejarah web science hampir diseluruh dunia tahu tentang web science yang dimaksud kajian sains dari Web.
Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan mendasar adalah bagaimana keilmuan ini melakukan metodologi. Bagaimana peneliti atau engineer melakukan pendekatan terhadap Web untuk pemahaman dan relasinya dengan domain sosial secara luas dan inovasi apa yang dapat dilakukan. Berbagai penelitian yang berlangsung saat ini melakukan pengembangan pada metodologi pemetaan (mapping) dan graph pada struktur Web dengan sampling sebagai kunci utamanya [Leung, 2001]. Sebagai contoh laporan riset [Fetterly, 2004] menyatakan bahwa 27% dari web di Jerman (.de) melakukan perubahan setiap minggu. Model lain adalah metodologi model analisis yang mengkombinasikan data empiris yang digunakan untuk melakukan determinasi probabilitas. Metodologi pada Web Science akan dipengaruhi oleh perekayasaan yang berlatar belakang industri maupun peneliti akademisi. Sehingga akan mengkombinasikan sintesis dan analisis. Mempertimbangkan perkembangan Web yang membawa ke sisi positif (seperti Peer to Peer) ataupun ke arah negatif (seperti phishing). Kontribusi terhadap pengembangan adalah tujuan utama dari Web Science.
Berbagai riset pada Web Science [Berners-Lee,2006] banyak menekankan pada :
• trend perkembangan Web
• tantangan dalam pengembangan Web
• mendukung untuk ubiquity, mobility, new media dan meningkatnya jumlah data yang tersedia secara online
• pentingnya hal sosial seperti menghargai hak privasi
• mengidentifikasikan varian dari penelitian Web.
Perbedaan antara web 1.0 ke 2.0 sampai ke 3.0
Web 1.0 secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Web memiliki 1.0 sifat adalah read. Juga memiliki ciri-ciri umum yang mencolok yaitu consult, surf dan search. Jadi web 1.0 kita kebanyakan hanya sekedar mencari atau browsing untuk mendapatkan informasi tertentu. Web 1,0 adalah retronym yang merujuk pada World Wide Web, dan setiap web gaya digunakan sebelum kedatangan Web 2,0. Ini adalah istilah umum yang telah dibuat untuk menjelaskan Web sebelum ‘ledakan dari dot-com gelembung’ pada tahun 2001, yang dianggap oleh banyak sebagai pasak untuk internet. Web 1,0 termasuk tren khawatir atas keprihatinan privasi resuting dalam satu arah aliran informasi, melalui website yang berisi ‘hanya-baca’ bahan. Sehingga mengakibatkan luas komputer lambat buta huruf dan koneksi internet untuk ditambahkan batasan dari internet. Keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.
Untuk mengambil contoh dari atas, Personal halaman web yang umum di Web 1.0, dan ini terutama terdiri dari halaman statis yang di-host di layanan hosting gratis seperti GeoCities. Saat ini, dihasilkan secara dinamis blog dan profil jaringan sosial, seperti Myspace dan Facebook, yang lebih populer, memberikan peluang bagi pembaca untuk berkomentar mengenai posting dengan cara yang tidak tersedia selama Web 1.0.
- Beberapa ciri khas dari situs Web 1,0 termasuk:
1. Halaman statis, bukan dinamis pengguna-konten yang dihasilkan.
2. Penggunaan framesets.
3. Milik HTML ekstensi seperti dan tag diperkenalkan pada awal perang browser.
4. Online guestbook.
5. GIF tombol, biasanya 88×31 piksel dalam ukuran web browser dan mempromosikan produk lain.
6. Pengguna akan mengisi formulir, dan setelah mereka mengklik mengirimkan email klien akan mencoba untuk mengirim email yang berisi formulir rincian.
Sifat Web 2.0 adalah Read-Write. Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu.
Sedangkan letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :
1. Perilaku pengguna Membaca Menulis
2. Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
3. Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
4. Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML
5. Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif
6. Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag
7. Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi
8. Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring
9. Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna
Yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop.
Selanjutnya adalah Web 3.0, jika dunia seluler dikenal istilah 3G, maka di Internet ada yang namanya Web 3.0. Wow, apa pula ini? Apa bedanya dengan Web 2.0 yang sekarang sedang marak? Jangan salah, ternyata orang Indonesia juga sudah ada yang mengembangkannya.
Konsep ini dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (Artificial Intelegence).Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi, kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service.
Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju.
Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.
Permasalahan lain yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik nafas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.
Web 1.0
merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.
web 2.0
Web 2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut”
Berbagai layanan berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”) merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web. Pada umumnya, Website yang dibangun dengan menggunakan teknologi Web 2.0 memiliki fitur-fitur sebagai berikut:
• CSS (Cascading Style Sheets)
• Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
• Markup XHTML
• Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
• URL yang valid
• Folksonomies
• Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Website
• XML Web-Service API
Mungkin ini beberapa referensi ciri khas dari web 3.0
• transformation dari tmp penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
• ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
• network computing, software-as-a-service business models, Web services interoperability, distributed computing, grid computing and cloud computing;
• open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
• open identity, OpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas - bebasnya.
• the intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application platforms, and statement-based datastores;
• distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
• intelligent applications.
Mengenai sejarah web science hampir diseluruh dunia tahu tentang web science yang dimaksud kajian sains dari Web.
Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan mendasar adalah bagaimana keilmuan ini melakukan metodologi. Bagaimana peneliti atau engineer melakukan pendekatan terhadap Web untuk pemahaman dan relasinya dengan domain sosial secara luas dan inovasi apa yang dapat dilakukan. Berbagai penelitian yang berlangsung saat ini melakukan pengembangan pada metodologi pemetaan (mapping) dan graph pada struktur Web dengan sampling sebagai kunci utamanya [Leung, 2001]. Sebagai contoh laporan riset [Fetterly, 2004] menyatakan bahwa 27% dari web di Jerman (.de) melakukan perubahan setiap minggu. Model lain adalah metodologi model analisis yang mengkombinasikan data empiris yang digunakan untuk melakukan determinasi probabilitas. Metodologi pada Web Science akan dipengaruhi oleh perekayasaan yang berlatar belakang industri maupun peneliti akademisi. Sehingga akan mengkombinasikan sintesis dan analisis. Mempertimbangkan perkembangan Web yang membawa ke sisi positif (seperti Peer to Peer) ataupun ke arah negatif (seperti phishing). Kontribusi terhadap pengembangan adalah tujuan utama dari Web Science.
Berbagai riset pada Web Science [Berners-Lee,2006] banyak menekankan pada :
• trend perkembangan Web
• tantangan dalam pengembangan Web
• mendukung untuk ubiquity, mobility, new media dan meningkatnya jumlah data yang tersedia secara online
• pentingnya hal sosial seperti menghargai hak privasi
• mengidentifikasikan varian dari penelitian Web.
Perbedaan antara web 1.0 ke 2.0 sampai ke 3.0
Web 1.0 secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Web memiliki 1.0 sifat adalah read. Juga memiliki ciri-ciri umum yang mencolok yaitu consult, surf dan search. Jadi web 1.0 kita kebanyakan hanya sekedar mencari atau browsing untuk mendapatkan informasi tertentu. Web 1,0 adalah retronym yang merujuk pada World Wide Web, dan setiap web gaya digunakan sebelum kedatangan Web 2,0. Ini adalah istilah umum yang telah dibuat untuk menjelaskan Web sebelum ‘ledakan dari dot-com gelembung’ pada tahun 2001, yang dianggap oleh banyak sebagai pasak untuk internet. Web 1,0 termasuk tren khawatir atas keprihatinan privasi resuting dalam satu arah aliran informasi, melalui website yang berisi ‘hanya-baca’ bahan. Sehingga mengakibatkan luas komputer lambat buta huruf dan koneksi internet untuk ditambahkan batasan dari internet. Keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.
Untuk mengambil contoh dari atas, Personal halaman web yang umum di Web 1.0, dan ini terutama terdiri dari halaman statis yang di-host di layanan hosting gratis seperti GeoCities. Saat ini, dihasilkan secara dinamis blog dan profil jaringan sosial, seperti Myspace dan Facebook, yang lebih populer, memberikan peluang bagi pembaca untuk berkomentar mengenai posting dengan cara yang tidak tersedia selama Web 1.0.
- Beberapa ciri khas dari situs Web 1,0 termasuk:
1. Halaman statis, bukan dinamis pengguna-konten yang dihasilkan.
2. Penggunaan framesets.
3. Milik HTML ekstensi seperti dan tag diperkenalkan pada awal perang browser.
4. Online guestbook.
5. GIF tombol, biasanya 88×31 piksel dalam ukuran web browser dan mempromosikan produk lain.
6. Pengguna akan mengisi formulir, dan setelah mereka mengklik mengirimkan email klien akan mencoba untuk mengirim email yang berisi formulir rincian.
Sifat Web 2.0 adalah Read-Write. Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu.
Sedangkan letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :
1. Perilaku pengguna Membaca Menulis
2. Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
3. Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
4. Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML
5. Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif
6. Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag
7. Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi
8. Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring
9. Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna
Yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop.
Selanjutnya adalah Web 3.0, jika dunia seluler dikenal istilah 3G, maka di Internet ada yang namanya Web 3.0. Wow, apa pula ini? Apa bedanya dengan Web 2.0 yang sekarang sedang marak? Jangan salah, ternyata orang Indonesia juga sudah ada yang mengembangkannya.
Konsep ini dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (Artificial Intelegence).Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi, kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service.
Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju.
Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.
Permasalahan lain yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik nafas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.
Web 1.0
merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.
web 2.0
Web 2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut”
Berbagai layanan berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”) merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web. Pada umumnya, Website yang dibangun dengan menggunakan teknologi Web 2.0 memiliki fitur-fitur sebagai berikut:
• CSS (Cascading Style Sheets)
• Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
• Markup XHTML
• Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
• URL yang valid
• Folksonomies
• Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Website
• XML Web-Service API
Mungkin ini beberapa referensi ciri khas dari web 3.0
• transformation dari tmp penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
• ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
• network computing, software-as-a-service business models, Web services interoperability, distributed computing, grid computing and cloud computing;
• open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
• open identity, OpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas - bebasnya.
• the intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application platforms, and statement-based datastores;
• distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
• intelligent applications.
Jumat, 31 Desember 2010
Pengalaman
Banyak orang yang tidak tau rasanya bekerja dan lain-lainnya,mengapa orang tersebut tidak tau,jawabnya karena dia kurang dalam pengalaman.
Pengalaman adalah dimana seseorang dapat merasakan yang belum mereka rasakan sebelumnya. Maka pengalaman sangat penting bagi hidup kita,bila kita sudah berpengalaman maka banyak yang akan berteman dengan kita,dan pekerjaan put insya allah akan dengan mudah kita raih,maka kita sebagai manusia yang hidup ditempat yang banyak sekali masyarakatnya kita harus dapat memanfaatkan pengalaman tersebut.
Pengalaman adalah dimana seseorang dapat merasakan yang belum mereka rasakan sebelumnya. Maka pengalaman sangat penting bagi hidup kita,bila kita sudah berpengalaman maka banyak yang akan berteman dengan kita,dan pekerjaan put insya allah akan dengan mudah kita raih,maka kita sebagai manusia yang hidup ditempat yang banyak sekali masyarakatnya kita harus dapat memanfaatkan pengalaman tersebut.
Siapa yang tau isi hati seseorang
Hidup kita banyak bergaul dengan orang banyak,ketika kita sudah bergaul dengan siapa saja yang kita anggap baik,tetapi sebenarnya dia belum tentu baik,manusia banya yang berkata a,b,c,tetapi apakah kita tau apa yang ada dalam hati dia sebenarnya? Dalam hidup kita harus berkata jujur terhadap siapa pun,walaupun banyak yang mengatakan bahwa jujur itu sangat menyakitkan,tetapi apakah kita pernah berfikir kalo kita tidak jujur apakah itu tidak menyakitkan,jawabannya lebih menyakitkan,kita orang tersebut tau kita berbohong apakah orang tersebut tidak sakit hati,mana yang lebih menyakitkan jujur atau tidak,jawabannya adalah kejujuran adalah yang terbaik dari pada kebohongan.
Jadi dalam hidup ini kita tidak tau perasaan orang tersebut terhadap kita sudah baik atau dia membenci kita? Jawaban yang harus kita jawab adalah Siapa yang TAU isi hati seseorang?????
Jadi dalam hidup ini kita tidak tau perasaan orang tersebut terhadap kita sudah baik atau dia membenci kita? Jawaban yang harus kita jawab adalah Siapa yang TAU isi hati seseorang?????
Antara dua pilihan
Ketika hidup yang kita jalani ada dalam dua pilihan apa yang kita harus lakukan?
Ketika kita harus memilih pilihan yang sebaik-baiknya dalam hidup kita dan pilihan kita tersebut harus dapat membuat hidup kita berubah dan dapat membuat kita menuju kejalan yang terbaik maka pilihan itulah yang harus kita pilih,dan tidak gampang untuk memilih yang terbaik,harus mempunyai jiwa yang sangat baik untuk dapat memilih hidup yang baik.
Tetapi ketika kita memilih pilihan tersebut dan pilihan yang kita ambil tidak baik bagi diri kita,maka yang dapat dilakukan hanyalah menyesal dan menyesal,untuk tidak menyesal kemudian hari, keputusan apapun harus kita pikirkan dengan sebiak-baiknya jangan sampai menyesal.
Dan bila pilihan yang kita ambil sudah benar bagi hudup kita maka kita harus bersyukur,karena setiap pilihan pasti ada yang terbaik untuk hidup yang kita jalanin,dan bersyukurlah allah sudah memberikan petunjuk kepada kita.
Ketika kita harus memilih pilihan yang sebaik-baiknya dalam hidup kita dan pilihan kita tersebut harus dapat membuat hidup kita berubah dan dapat membuat kita menuju kejalan yang terbaik maka pilihan itulah yang harus kita pilih,dan tidak gampang untuk memilih yang terbaik,harus mempunyai jiwa yang sangat baik untuk dapat memilih hidup yang baik.
Tetapi ketika kita memilih pilihan tersebut dan pilihan yang kita ambil tidak baik bagi diri kita,maka yang dapat dilakukan hanyalah menyesal dan menyesal,untuk tidak menyesal kemudian hari, keputusan apapun harus kita pikirkan dengan sebiak-baiknya jangan sampai menyesal.
Dan bila pilihan yang kita ambil sudah benar bagi hudup kita maka kita harus bersyukur,karena setiap pilihan pasti ada yang terbaik untuk hidup yang kita jalanin,dan bersyukurlah allah sudah memberikan petunjuk kepada kita.
Ujian dan ujian
Didalam hidup ini kita sebagai manusia maunya hidup dengan damai dan tidak ada beban tetapi kita hanya bisa berencana yang memutaskan adalah allah,tetapi ketika hidup dapat berubah,malah hati yang tidak dapat menerima perubahan tersebut,hidup memang penuh dengan ujian yang berliku-liku,tetapi kita sebagai manusia harus menjalani terus hidup kita,tidak gampang menyerah dan tidak gampang putus asa.
Manusia yang tidak pernah mengeluh adalah manusia yang sangat menghargai hidup sebagai ciptaan allah,ketika manusia tersebut tidak pernah diberikan ujian, maka manusia tersebut adalah manusia yang tidak pernah mendapatkan kenikmatan dari allah.
Dan kita sebagai manusia hanya dapat berusaha dan yang dapat menentukan usaha kita hanya allah,jadi kita hidup janganlah mudah putus asa,harus tetap berusaha dengan semaksimal mungkin.
Manusia yang tidak pernah mengeluh adalah manusia yang sangat menghargai hidup sebagai ciptaan allah,ketika manusia tersebut tidak pernah diberikan ujian, maka manusia tersebut adalah manusia yang tidak pernah mendapatkan kenikmatan dari allah.
Dan kita sebagai manusia hanya dapat berusaha dan yang dapat menentukan usaha kita hanya allah,jadi kita hidup janganlah mudah putus asa,harus tetap berusaha dengan semaksimal mungkin.
Antara percaya dengan tidak percaya.
Selalu menjadi orang yang ingin menjadi yang terbaik ternyata menjadi orang yang paling buruk dan tidak bisa dipercaya orang tapi pada akhirnya,tetap menjadi orang yang bodoh dan nggak bisa diandalkan.
Tapi keinginan menjadi orang yang baik tetap ada walau pun perjalanannya sangat sulit dan sangat berliku-liku tapi yang terbaik itulah yang akan banyak sekali kehidupan yang susah dijalanin,tetapi akan menjadi indah dikemudian hari.
Sulit buat dipercaya ternyata orang yang bilang akan mendukung kita tapi dia malah menjadikan kita lelucon bagi orang lain,dan lebih menyakitkan kita sudah percaya dia malah menyakiti.
Jadilah diri sendiri bila kita ingin dihargai oleh orang lain.
Tapi keinginan menjadi orang yang baik tetap ada walau pun perjalanannya sangat sulit dan sangat berliku-liku tapi yang terbaik itulah yang akan banyak sekali kehidupan yang susah dijalanin,tetapi akan menjadi indah dikemudian hari.
Sulit buat dipercaya ternyata orang yang bilang akan mendukung kita tapi dia malah menjadikan kita lelucon bagi orang lain,dan lebih menyakitkan kita sudah percaya dia malah menyakiti.
Jadilah diri sendiri bila kita ingin dihargai oleh orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)