Senin, 28 Maret 2011

Kehidupan…..

Manusia bisa merasakan rasa sakit yang bisa membuat hidupnya lupa bahwa mereka punya masalah dalam hidipnya, tetapi ketika manusia bisa mengatsi masalahnya dia hanya bisa bilang aku bisa menjalanin kehidupan ini dengan baik,tetapi meraka lupa ujian datang bukan hanya 1 atau 2 kali tapi berkali-kali,sebagai manusia kita tidak boleh merasa kita bisa hidup tanpa bantuan orang lai,jangan pernah berpikir pendek dengan kehidupan ini.

Hidup…..

• Berada dalam hidup yang penuh dengan sensasi ,aku tidak pernah membayangkan hidup ini menjadi seperti ini,hanya diriku dan penciptaku yang tau bahwa aku punya hidup yang sangat berbeda dengan orang lain,tapi ada yang bilang padaku bahwa hidup ini akan menjadi indah bila kita menjalaninya dengan senyum yang indah terhadap semua orang,jangan sampai orang tersebut mengetahui bahwa kita sedang merasakan kesedihan.
• Bila kita dapat melewati hidup yang menderita maka kita akan menjadi orang yang bahagia dan kuat menghadapi sesuatu,aku tau hidup ini sulit,tapi tidak sesulit yang orang lain jalankan,karena diluar sana masih banyak yang lebih sulit dari pada kita.
• Aku akan tetap hidup tanpa belas kasihan orang lain dan aku akan tetap menjadi sosok yang akan selalu berjuang biar bisa menjadi orang yang sukses.

Analysing the Web

Tujuan menganalisa suatu website adalah mengetahui semua peringkat/rangking suatu website dilihat dari tingkat kepopulerannya, sehingga dapat diketahui kekurangan apa yang harus diperbaiki untuk mendapatkan web yang optimal. Selain itu mengetahui prediksi suatu website dalam hal : kisaran harga website ( marketplace) serta berapa kisaran pendapatan yang dihasilkan website tersebut dalam periode tertentu.
Menganalisa Situs Web dengan Web Log
Kadangkala kita melupakan web log yang sebenarnya merupakan petunjuk bagi kita mengenai eksistensi sebuah web. Web log sendiri sebenarnya sudah disediakan oleh layanan server-server. Adapun web log sendiri di dalamnya berisi berbagai informasi berharga yang memantau perkembangan situs-situs web.
Web Log
Web log merupakan sarana yang mencatat pengunjung yang mendatangi situs web. Data yang dicatat sangat beragam dan berguna, mulai dari alamat situs (URL) hingga informasi browser dan sistem operasi apa yang dipakai. Setiap web log mencatat sebuah informasi mengenai setiap pengunjung website dan mengumpulkannya setiap hari untuk kemudian disajikan baik dalam bentuk laporan, grafik, gambar, dan sebagainya. Sedangkan untuk kuantitas data, sangatlah tidak mungkin untuk menganalisis efektifitasnya tanpa mempergunakan software Web Log Analyse.
Web Log Analisys Software
Ada banyak sekali aplikasi web log. Salah satunya, yang bersifat bebas dan gratis adalah AWStats. Versi terbarunya dirilis pada bulan Juli yang lalu, diiklankan mendukung domain-domain baru level atas, seperti .jobs dan .mobi. AWStats ini dapat dipergunakan dengan memakai dua macam server paling terkenal, yaitu Apache ataupun IIS.
Banyak jasa layanan web hosting yang menyertakan AWStats sebagai aplikasi cuma-cuma yang dapat diakses langsung dari masing-masing web site. Kalaupun web hosting yang Anda pakai belum menyediakan fasilitas AWStats, maka Anda dapat mendownloadnya secara cuma-cuma dan menginstalnya pada komputer Anda. Jangan lupa juga untuk mendownload file web log ke server Anda. Selain itu juga jangan lupa mengintall Perl, karena AWStats dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman ini. Untuk versi gratis dari Windows disediakan ActivePerl Standart Distribution dari Active State.
Menganalisa Web Log
AWStats sendiri akan menampilkan barisan data informasi mengenai website traffic laporan kunjungan dari bulan ke bulan berikutnya, seperti banyaknya pengunjung, halaman yang dikunjungi, bandwith yang dipergunakan, juga bagaimana cara mereka terhubung dengan situs Anda, apakah terhubung secara langsung dengan mengetikkan alamat situs pada browser, ataukah melalui bookmark, atau arahan dari situs pencarian (Web Search). Biasanya data-data ini didukung pula oleh diagram atau chart yang menggambarkan data tersebut sehingga akan lebih mudah dipahami.
Untuk sebuah situs, cara termudah untuk meningkatkan kunjungan adalah dengan menambahkan garmbar-gambar yang menarik dan relevan pada sebuah situs web. Untuk sebuah situs web e-commerce, banyaknya pengunjung atau visitor adalah kunci yang menentukan kesuksesannya. Cara lain untuk meningkatkan jumlah pengunjung adalah dengan Global Search Engine. Banyak pemgunjung yang biasanya dijaring dari arahan situs-situs pencarian ini, karena jika pengunjung tidak tahu alamat situs yang berkaitan dengan informasi yang mereka cari, maka mereka akan mencari melalui Global Search Engine tersebut. Adapun beberapa contoh situs pencarian yang terkenal antara lain adalah Google dan Yahoo.
Cara termudah lainnya untuk menganalisa situs web Anda adalah dengan cara pemakaian counter (penghitung pengunjung) dan jasa analisa dari situs layanan web analis. Jika Anda ingin mengetahui analisa perkembangan web site Anda, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat titik awal pembanding yang dapat diperoleh dari data awal web log, atau counter Anda. Setelah itu Anda hanya perlu memperbandingkannya dengan bulan-bulan berikutnya. Dengan begitu akan mudah dipantau sejauh mana pesatnya perkembangan situs web Anda.

Keamanan (Security)

Secara umum, keamanan merupakan salah satu komponen atau servis yang dibutuhkan untuk menjalankan eCommerce. Beberapa bagian dari keamanan ini sudah dibahas di atas dalam bagian tersendiri, seperti Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dan privacy. Untuk menjamin keamanan, perlu adanya kemampuan dalam bidang ini yang dapat diperoleh melalui penelitian dan pemahaman.

Beberapa hal yang harus dikuasai yaitu sebagai berikut :

A. Teknologi Kriptografi
Teknologi kriptografi menjelaskan bagaimana mengamankan data dengan menggunakan enkripsi. Berbagai sistem sudah dikembangkan seperti sistem privae key dan public key. Penguasaan algoritma-algoritma populer digunakan untuk mengamankan data juga sangat penting. Contoh algoritma ini antara lain DES, IDEA, RC5, RSA dan ECC (Ellliptic Curve Cryptography). Penelitian dalam bidang ini di perguruan tinggi merupakan suatu hal yang penting. Salah satu masalah dalam mengamankan enkripsi adalah bagaimana memastikan bahwa hanya sang penerima yang dapat mengakses data. Anda dapat menggembok data dan mengirimkannya bersama kuncinya ke alamat tujuan, tetapi bagaimana memastikan kunci itu tidak dicuri orang di tengah jalan? Salah satu cara untuk memecahkannya adalah bahwa si penerima yang mengirimkan gemboknya, tetapi tidak mengirimkan kuncinya. Anda menggembok data dengan gembok yang dikirim olehnya dan mengirimkannya. Si penerima kemudian akan membukanya dengan kunci miliknya yang tidak pernah dikirimkannya ke siapa-siapa. Kini masalahnya bila data yang digembok itu dicuri orang, tetapi dengan enkripsi yang kompleks akan sangat sulit bagi orang itu untuk mengakses data yang sudah digembok itu.

B. One Time Pasword
Penggunaan password yang hanya dapat dipakai sebanyak satu kali. Biasanya password angka digital yang merandom angka setiap kali transaksi.

C. Konsultan keamanan
Konsultan, organisasi, dan institusi yang bergerak di bidang keamanan dapat membantu meningkatkan dan menjaga keamanan. Contoh organisasi yang bergerak di bidang ini adalah IDCERT.

D. Kerangka kerja eCommerce
Kerangka kerja (framework) dari eCommerce memiliki beberapa komponen, antara
lain:

1. Naional Inormation Technology Committee (on eCommerce). Komite ini bertanggung jawab untuk memformulasikan Information Technology, speciically eCommerce, di Indonesia. Komite ini dapat membuat working group untuk meneliti penggunaan teknologi informasi lebih lanjut. Berbagai pihak yang terlibat dalam bidang commerce dan electronic commerce sebaiknya terwakili dalam komite ini, misalnya adanya wakil dari Perbankan.
2. Communication Infrastructure
3. EC/EDI standards / infrastructure. Menentukan standar yang dapat diterima oleh semua pihak merupakan salah satu kunci utama.
4. Cyberlaw : EC laws, Electronic Security laws.
5. Customers & related organizations

Business to Consumer eCommerce ( B2C )

Memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
2. Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
3. Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
4. Pendekatan client / server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.

Bussinesse to Consumer eCommerce memiliki mekanisme pendekatan konsumen. Salah satunya dengan menggunakan “ electronic shopping mall “ atau menggunakan konsep “ portal “. Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan servis. Para penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan catalog produk dan servis yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat produk dan servis yang tersedia seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan window shopping. Bedanya, calon pembeli dapat melakukan shopping ini kapan saja dan darimana saja dia berada tanpa dibatasi oleh jam buka took. Konsep portal agak sedikit berbeda dengan electronic shopping mall, dimana pengelola portal menyediakan semua servis di portalnya ( yang biasanya berbasis web ). Sebagai contoh, portal menyediakan eMail gratis yang berbasis Web bagi para pelanggannya sehingga diharapkan sang pelanggan selalu kembali ke portal tersebut.

Servis yang harus tersedia

Untuk menjalankan eCommerce, diperlukan beberapa servis atau infrastruktur yang mendukung pelaksanaan commerce. Diantaranya :

1. Directory Services
Directory services menyediakan informasi tentang pelaku bisnis dan end user, seperti halnya buku telepon dan Yellow Pages. Ada beberapa standar yang digunakan untuk menyediakan directory services. Salah satu standar yang cukup populer adalah LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) yang kemudian menimbulkan OpenLDAP. Salah satu permasalahan yang mengganjal dalam penggunaan directory services adalah adanya potensi security hole, yaitu ada kemungkinan orang melakukan spamming. Spamming adalah proses pengiriman email sampah yang tak diundang (unsolicied emails) yang biasanya berisi tawaran barang atau servis ke banyak orang sekaligus. Seorang spammer dapat melihat daftar user dari sebuah directory services kemudian mengirimkan email spamnya kepada alamat-alamat email yang dia peroleh dari directory services tersebut.

2. Intfrastruktur Kunci Publik (Public Key Infrastructure)

Untuk menjalankan eCommerce, dibutuhkan tingkat keamanan yang dapat diterima. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi, yaitu antara lain dengan menggunakan enkripsi untuk mengacak data. Salah satu metoda yang mulai umum digunakan adalah pengamanan informasi dengan menggunakan public key system. Sistem lain yang bisa digunakan adalah privae key system. Infrastruktur yang dibentuk oleh sistem public key ini disebut Public Key Infrastructure (PKI), atau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dimana kunci publik dapat dikelola untuk pengguna yang tersebar (di seluruh dunia).

3. Certification Authority (CA)
Merupakan sebuah body / enity yang memberikan dan mengelola sertifikat digital yang dibutuhkan dalam transaksi elektronik. CA berhubungan erat dengan pengelolaan public key system. Contoh sebuah CA di Amerika adalah Verisign. Merugikan apabila perusahaan di Indonesia menggunakan fasilitas Verisign dalam transaksi eCommerce. Untuk itu di Indonesia harus ada sebuah ( atau lebih ) CA. Sayangnya, untuk menjalankan CA tidak mudah. Banyak hal teknis dan non - teknis yang harus dibenahi. CA dapat diimplementasikan dengan menggunakan software yang komersial (seperti yang dijual oleh Verisign) dan juga yang gratis seperti yang dikembangkan oleh OpenCA1.

4. IPSec
Keamanan media komunikasi merupakan hal yang penting. Mekanisme untuk mengamankan media komunikasi yang aman (secure) selain menggunakan SSL, yang akan dijelaskan kemudian, adalah dengan menggunakan IP Secure. Plain IP versi 4, yang umum digunakan saat ini, tidak menjamin keamanan data.

5. Pretty Good Privacy (PGP)
PGP dapat digunakan untuk authentication, encryption, dan digital signature. PGP umum digunakan (de facto) di bidang eMail. PGP memiliki permasalahan hukum (law) dengan algoritma enkripsi yang digunakannya, sehingga ada dua sistem, yaitu sistem yang dapat digunakan di Amerika Serikat dan sistem untuk internasional (di luar Amerika Serikat). Implementasi dari PGP ada bermacam-macam, dan bahkan saat ini sudah ada implementasi dari GNU yang disebut GNU PrivacyGuard (GPG).

6. Privacy Enhanced Mail (PEM)
PEM merupakan standar pengamanan email yang diusulkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF).

7. PKCS ( Public Key Cryptography Standards )

8. S/MIME
Selain menggunakan PGP, pengamanan eMail dapat juga dilakukan dengan menggunakan standar S/MIME. S/MIME sendiri merupakan standar dari secure messaging, dan tidak terbatas hanya untuk eMail saja. Beberapa vendor EDI sudah berencana untuk menggunakan S/MIME sebagai salah satu standar yang didukung untuk messaging.

9. Secure Sockets Layer (SSL)
Seperti dikemukakan pada awal dari tulisan ini, eCommerce banyak menggunakan teknologi Internet. Salah satu teknologi yang digunakan adalah standar TCP/IP dengan menggunakan socket. Untuk meningkatkan keamanan informasi keamanan layer socket perlu ditingkatkan dengan menggunakan teknologi kriptografi. Netscape mengusulkan pengamanan dengan menggunakan Secure Socket Layer (SSL) ini. Untuk implementasi yang bersifat gratis dan open source, sudah tersedia OpenSSL project. Selain SSL ada juga pendekatan lain, yaitu dengan menggunakan Transport Layer Security (TLS v1).

10. Electronic Payment
Pembayaran dengan menggunakan media elektronik merupakan sebuah masalah yang belum tuntas. Ada berbagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah electronic payment, antara lain:

1. Standards: SET, Mondex
2. Electronic money: e-cash digicash, CyberCash, iKP
3. Virtual wallet, EMV electronic purse
4. Credits and debits on the Internet, First Virtual.
5. Internet banking beserta group yang terlibat di dalamnya, seperti kelompok OpenFinancial Exchange (OFX) yang dimotori oleh CheckFree Corporation Intuit, dan Microsoft beserta institusi finansial lainnya.
6. Stocks and trading
7. Smartcards: introduction, CLIP, ISO 7816 (beserta seluruh bagian/part-nya) Java Card, Open Card Framework.
8. Regulatory issues
9. Internet economics, digital money
10. Internet payment protocol, ePurse protocol
11. Micropayments, yaitu pembayaran dalam jumlah yang sangat kecil (misalnya untuk membaca web site dichage 0.25c/halaman): Millicen
12. Electronic check: FSTC Electronic Check Project4
13. Limitatitions Of Traditonal Payment Instrument.
14. Security requirement (Authentications, Privacy, Integrity, Non-repudiation, Safety).
15. Single-Key (Symentric) Encryption.
16. Public/Private Key System.
17. Electronic Credit Card (payment using unencypted, encrypted payments, high level security and privacy).
18. Electronic CASH.
19. Electronic Pyment Card (smart card).
20. Three Party Payment System.

Jenis eCommerce

eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini memiliki karakteristik yang berbeda. Business to Business eCommerce memiliki karakteristik :

1. Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya ditukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
2. Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang - ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
3. Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.
4. Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Business to Bussines eCommerce ( B2B )

Berbeda dengan Bussiness to Consumer eCommerce, Businesse to Bussines eCommernce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data Interchange (EDI). Akan tetapai, banyak standar EDI yang digunakan sehingga menyulitkan interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain: EDIFACT, ANSI X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM, ODETTE, CII. Selain standar yang disebutkan di atas, masih ada format - format lain yang sifatnya proprietary. Pendekatan lain yang sekarang cukup populer dalam standarisasi pengiriman data adalah dengan menggunakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). XML menyimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya dalam bentuk tags seperti HTML tags sehingga sangat efektif digunakan untuk sistem yang berbeda. Kelompok yang mengambil jalan ini antara lain adalah XML/EDI group (www.xmledi.net).

Pada mulanya EDI menggunakan jaringan tersendiri yang sering disebut VAN (ValueAdded Network). Populernya jaringan komputer Internet memacu inisiatif EDI melalui jaringan Internet, atau dikenal dengan nama EDI overInternet. Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce adalah electronic / Internet procurement dan Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini adalah implementasi penggunaan teknologi informasi pada perusahaan dan pada manufakturing. Sebagai contoh, perusahaan Cisco maju pesat dikarenakan menggunakan teknologi informasi sehingga dapat menjalankan just-in-time manufacturing untuk produksi produknya.

Commerce ( The Web in Society )

Commerce ( The Web in Society )
Perkembangan teknologi komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari - hari. Dalam era yang disebut “ information age ” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E-commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini. Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis ‘dotcom’ atau bisnis on-line seolah-olah mampu menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order dengan cepat di internet dalam orde menit, tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan, menurut Softbanks Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistik. Reintiventing dunia bisnis bukan berarti menggantikan system yang ada, tapi justru komplemen dan ekstensi dari system infratruktur perdagangan dan produksi yang ada sebelumnya.

Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Perama, Insfrastruktur system distribusi (flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga, Infrastruktur system informasi (flow of information). Dalam hal kesiapan infrastruktur e-commerce, dipercaya bahwa logistics follow trade, semua transaksi akan diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat terintegrasinya sistem rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility. Ada tiga factor yang harus dicermati oleh kita jika ingin membangun toko e-commerce yaitu :

1. Variability
2. Visibility
3. Velocity

Yang menjadi pertayaan bahwa bagaimana kita melakukan penyelidikan sebelum memutuskan untuk terjun ke market on-line ini, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan diantaranya ;

Proses conducting dalam penyelidikan :

1. Mendefinisikan target pasar.
2. Mengidentifikasikan kelompok untuk dijadikan pembelajaran.
3. Indentity topik untuk diskusi.

Dalam tahap penunjangnya maka dapat diselidiki :

1. Identity letak demografi website di tempat tertentu.
2. Memutuskan focus editorialnya.
3. Memutuskan isi dari contentnya
4. Memutuskan pelayanan yang dibuat untuk berbagai type pengunjung

Ternyata tidak mudah mengimplementasikan eCommerce dikarenakan banyaknya faktor yang terkait dan teknologi yang harus dikuasai.